This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 21 Desember 2011

Aktifitas Sehari-Hari Adalah Ritual Yang Harus Ditangkap Oleh Pemasar produk

Setiap hari, kita selalu melakukan ritual sehari-hari tanpa kita sadari. Aktifitas yang kita lakukan adalah selalu terjadi dari hari ke hari secara periodik

Sedikit saja kita rubah aktifitas kita maka akan dibutuhkan tenaga yang lebih untuk melakukannya.

Contoh kecil dari effort lebih yang kita keluarkan adalah seperti ini, jika seseorang sudah terbiasa sarapan pagi kemudian dia mencoba berniat untuk tidak sarapan, maka akan sulit untuk merubajnya secara instan, perubahan secara instan pun bisa dilakukan tapi harus secara terpaksa dan ikhlas Itulah yang kita sebut effort lebih. Butuh tenaga yg lebih untuk merubahnya larena kebiasaan itu sudah kita lakulan sebagai rutinitas sehari-hari.

Kalo boleh secara ilmiah, kebiasaan tersebut boleh kita sebut sebagai ritual. Dalam hal ini pengertian ritual diartikan sebagai arti yang luas, bukan diartikan sebagai arti sempit yang berarti sesuatu yang sakral

Sebagai mana ritual yang kita alami jika beribadah, ada sesuatu yang jatus di penuhi jika melakukan ritual ibadah, kita tidak memenuhi salah satu unsur dalam ibadah, maka dianggap ritual tersebut tidak sah atau tidak lazum. Begitupun dengan perilaku kebiasaan kita sehati-hari, kita kita melalulan sesuatu yang tidak biasanya kita lakukan, maka akan terasa aneh meskipun kita tidak merasakan keanehan tersebut namun orang lain alan merasakan keanehan dari yang kita lakukan terlepas seberapa besar aneh yang dilakukan.

Jika ini dipahami oleh pemasar, terutama pemasar yang andal, maka itu bisa menjadi kesempatan buat pemasar dalam memasarkan produknya. Contoh kecil, jika kebiasaan seseorang adalah manikmati kopi di pagi hari, maka pemasaran akan memanfaatkan programnya sesuai dengan tema pagi hari atau sesuatu yang berhubungam dengam pagi hari. Jika kopi di pagi hari membuat dan diyakini orang-orang sebagai suatu penyemangat.atau pembamgkit energi di pagi hari, maka program yang di gunakan harus setidaknya menyangkut antara energi di pagi hari dan semangat di pagi hari. Hal itu mampu ditangkap oleh perusahaan kopi dengan melakukan program secangkir semangat dan program itu dipromoksikan pada pagi hari

Jadi dari contoh kecil diatas seharusnya pemasar harus memahami seperti apa kebiasaan atau ritual seseorang yang dilakukannya setiap hari. Pemasar harus jeli jika produk atau jasanya ingin di nikmati dan dipilih oleh konsumen maka harus mengerti apa yang di inginkan konsumen terkait demgam kebiasaan yang dilakukan


Published with Blogger-droid v2.0.2

Minggu, 18 Desember 2011

Hadapi masalah dengan ketenangan

Tak bisa di pungkiri bahwa manusia hidup selalu bergulat dengan masalah, tak terkecuali anak kecil. Cuma untuk kategori anak kecil mereka tidak mengerti arti masalahnya dan masalah apa yg sedang di hadapi.begitupun juga dengan orang dewasa, masalah pasti datang silih berganti tanpa ada kompromi sedikitpun.

Beragam cara dihadapi untuk mengjadapi masalah tersebut. Tergantung bagaimana seseorang bisa menghadapinya.variabel ketergantungam tersebut seperti usia, pengalaman dan pola pikir yang dipakai

Untuk usia, semakin tua usia seseorang maka seharusnya semakin matang dalam menyelesaikan masalah. Ada pepatah tua itu pasti, dewasa adalah pilihan. Usia jg tidak menjamin seseorang bisa menghadapi masalah yang dialaminya. Oleh karena itu tidak cukup untuk menjadi tua baru bisa menghadapi masalah.

Variabel lain adalah pengalaman. Tidak bisa dipungkiri bahwa pengalaman seseorang jg mempengaruhi kematangan seseorang dalam menghadapi masalah. Semakin tinggi pengalaman seseorang, maka insting dalam memecahkan masalah otomatis timbul sehingga masalah akan dengan mudah terpecahkan. Banyak seseorang yang matang dalam pemecahan masalah karena mereka belajar dari pengalaman yang lalu, pengalaman yang lalu dijadikan pelaharan dan selalu dojadikan perbandingan untuk pemecahan ke depan

Variabel yang talah penting adalah ketenangan. Variabel usia dan pengalaman tidaklah cukup. Harus dibekali dengan ketenangan dalam menghadapai masalah. Kontrol diri juga penting untuk pemecahan masalah

Sebagai contoh, orang yang matang secara usia dan pengalaman jika tidak tenang ketika ada masalah yang menimpanya menjadikannya blunder, ketidak tenangan seseorang memicu keputusan yang berdasatkan ego tanpa memikirkan aspek rasional. Solusi yang dihasilkan bersifat egosentris sehingga akan menjadikan blunder.. banyak contoh yang lain dari ketidak tenangan dalam menghadapi masalah yang mengakibatkan kejatuhan mereka sendiri.

Oleh karwna itu, antara usia, pengalaman, dan ketenagan sangat penting diperlukan untuk menghadapi masalah sehingga solusi yang timbul akan sesuai dengan yang diharapkan dan meminimalkan resiko yang timbul


Published with Blogger-droid v2.0.2

Sabtu, 17 Desember 2011

Tesombongan mutlak milik Tuhan

Kesombongan merupakan suatu sikap yang meninggikan diri sendiri dan angkuh terhadap orang lain. Sombong tak lain merupakan sikap yang menganggap dirinya lebih hebat daripada yang lain. Bahkan sikap sombong jg sikap yang selalu menganggap bahwa diri seseorang adalah yang sempurna dibandingkan makhluk yang hadir di muka bumi

Sikap sombong sebenarnya jg kadang menghinggapi diri kita tanpa kita sadari. Sikap sombong ini timbul akibat perbedaan kemampuan terhadap satu sama lain yang terfusi dengan sikap menganggap orang lain lebih rendah.sikap sombong yang seperti banyak disadari dan lebih mudah untuk dikenali. Tapi bagaimana dengan sikap sombong yang sulit kita kenali bahkan itu hinggap dalam diri kita? Suatu pertanyaan yang dilemparkan pada kita. Apakah kita termasuk orang-orang yang sombong?

Banyak klasifikasi dari penggambaran orang-orang yang sombong dimana klasifikasi yang terbentuk tersebut sudah menggambarkan secara jelas bagaimana ciri-ciri orang sombong. Buat kita yang terpenting adalah mengetahui dan bagaimana kita menghindari sikap sombong tersebut dan selalu rendah hati terhadap apapun meskipun kita mampu dan yakin akan kemampuan kita


Published with Blogger-droid v2.0.2

Jumat, 16 Desember 2011

jangan terlalu sombong

Seseorang yang terlalu yakin akan kemampuannya bisa berbuah malapetaka. Lebih jelasnya gak jauh beda sama orang sombong. Semua orang tau bahwa kesombongan awal dari malapetaka. Namun orang tidak menyadari hal tersebut karena terlalu yakinnya dia

Konsekuensi dari terlalu yakin dan tidak pernah di instropeksi bahwa sesuatu pasti ada kesalahannya, entah itu banyak ataupun sedikit pasti ada celah.

Jika kita tau bahwa sesuatu punya celah kenapa harus terlalu yakin?kenapa tidak instropeksi keyakinan kita?

Disini kita belajar bagaimana selalu evaluasi diri terhadapa apa yang telah kita lakukan, karena terlalu over optjmis membuat kita justru jatuh.


Kesimpulannya adalah sadari konsekuensi dari tindakan yang kita lakukan. Apapun keputusan dan tindakan kita setidaknya harus tau apa efek kedepannya

Jangan pernah lelah un

tuk instropeksi karena manusia dilahirkan untuk terus belajar dari kesalahan


Published with Blogger-droid v2.0.2

Senin, 12 Desember 2011

Published with Blogger-droid v2.0.1